{"id":101,"date":"2025-07-23T09:37:05","date_gmt":"2025-07-23T09:37:05","guid":{"rendered":"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101"},"modified":"2026-02-18T02:27:02","modified_gmt":"2026-02-18T02:27:02","slug":"mekanisme-pelaksanaan-anggaran-bantuan-pemerintah-pada-kementerian-negara-lembaga-part-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101","title":{"rendered":"Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara\/Lembaga Part 1"},"content":{"rendered":"<p>Mekanisne pelaksanaan anggaran bantuan pemerintah pada K\/L diatur oleh Permenkeu (PMK) Nomor 168\/PMK.05\/2015, yang telah diubah dua kali dengan PMK Nomor 173\/PMK.05\/2016 Tahun 2016 (perubahan pertama) dan Nomor 132\/PMK.05\/2021 Tahun 2021 (perubahan kedua). <\/p><p>Menimbang pada PMK 168\/PMK.05\/2015:  <br>1. Untuk melaksanakan penyaluran anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara\/Lembaga yang tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan, perlu mengatur ketentuan mengenai pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah yang tidak termasuk dalam kriteria Bantuan Sosial pada Kementerian Negara\/Lembaga.<br>2. Sesuai dengan ketentuan Pasal 7 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara berwenang menetapkan kebijakan dan pedoman pelaksanaan anggaran negara.<\/p><p>Mengingat pada PMK 168\/PMK.05\/2015: <br>1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara<br>2. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara <\/p><p>Menimbang pada PMK 173\/PMK.05\/2016 : <br>1. dalam rangka penyaluran anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara\/Lembaga dan<br>dalam rangka pelaksanaan kewenangan Menteri Keuangan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (2)<br>huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168\/PMK.05\/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara\/Lembaga.<br>2. dalam rangka percepatan pelaksanaan kegiatan dan penyederhanaan pertanggungjawaban keuangan<br>Bantuan Pemerintah, perlu dilakukan perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168\/PMK.05\/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kernenterian Negara\/Lembaga.<\/p><p>Mengingat pada PMK 173\/PMK.05\/2016: <br>1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.<br>2. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.<br>3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168\/PMK.05\/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah.<\/p><p>Menimbang pada PMK 132\/PMK.05\/2021 : <br>1. untuk melaksanakan penyaluran anggaran bantuan pemerintah pada kementerian negara\/lembaga<br>dan berdasarkan kewenangan Menteri Keuangan selaku bendahara umum negara sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168\/PMK.05\/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara\/ Lembaga sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173\/PMK.05\/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168\/PMK.05\/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara\/Lembaga.<br>2. untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan dan akuntabilitas pertanggungjawaban atas<br>penyaluran anggaran bantuan pemerintah, perlu menyempurnakan beberapa ketentuan dalam Peraturan<br>Menteri Keuangan Nomor 168\/PMK.05\/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara\/Lembaga sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173\/PMK.05\/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168\/PMK.05\/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerinta pada Kementerian Negara\/Lembaga.<\/p><p>Mengingat pada PMK 132\/PMK.05\/2021: <br>1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.<br>2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.<br>3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.<br>4. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.<br>5. Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2020 tentang Kementerian Keuangan.<br>6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168\/PMK.05\/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah.<br>7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118\/PMK.01\/2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan.<\/p><p>Detil perubahan dapat dilihat pada bagian berikut:<\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 168\/PMK.05\/2015<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 173\/PMK.05\/2016<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 132\/PMK.05\/2021<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 1<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>1. <strong>Bantuan Pemerintah <\/strong>adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah kepada perseorangan, kelompok masyarakat atau lembaga pemerintah \/non pemerintah.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>2. <strong>Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran <\/strong>yang selanjutnya disingkat <strong>DIPA<\/strong> adalah Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang digunakan se bagai acuan Pengguna Anggaran dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan sebagai pelaksanaan Anggaran Pendapatan dari Belanja Negara (APBN).<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details\"><summary>3. <strong>Pengguna Anggaran <\/strong>yang selanjutnya disingkat <strong>PA <\/strong>adalah <mark style=\"background-color:#fcb900\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">Menteri \/Pimpinan Lembaga<\/mark> yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran pada Kementerian Negara\/Lembaga bersangkutan<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>4. <strong>Kuasa Pengguna Anggaran <\/strong>yang selanjutnya disingkat <strong>KPA <\/strong>adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Negara\/Lembaga yang bersangkutan.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details\"><summary>5. <strong>Satuan Kerja <\/strong>yang selanjutnya disebut<strong> Satker <\/strong>adalah <mark style=\"background-color:#fcb900\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">unit organisasi lini Kementerian Negara\/Lembaga<\/mark> atau unit <mark style=\"background-color:#fcb900\" class=\"has-inline-color\">organisasi Pemerintah Daerah<\/mark> yang melaksanakan kegiatan Kementerian Negara\/Lembaga dan memiliki kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>6. <strong>Pejabat Pembuat Komitmen <\/strong>yang selanjutnya disingkat<strong> PPK<\/strong> adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PA\/Kuasa PA untuk mengambil keputusan dan\/ atau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban APBN.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>7. <strong>Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar<\/strong> yang selanjutnya disebut <strong>PP-SPM <\/strong>adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh KPA untuk melakukan pengujian atas Surat Permintaan Pembayaran dan menerbitkan Surat Perintah Membayar<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>8. <strong>Bendahara Pengeluaran<\/strong> adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan, membayarkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan Belanja Negara dalam pelaksanaan APBN pada kantor\/Satker Kementerian Negara\/Lembaga<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>9. <strong>Bendahara Pengeluaran Pembantu<\/strong> yang selanjutnya disingkat <strong>BPP <\/strong>adalah orang yang ditunjuk untuk membantu Bendahara Pengeluaran untuk melaksanakan pembayaran kepada yang berhak guna kelancaran pelaksanaan kegiatan tertentu .<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>10. <strong>Uang Persediaan<\/strong> yang selanjutrtya disingkat <strong>UP <\/strong>adalah uang muka kerja dalam jumlah tertentu yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari Satker atau membiayai pengeluaran yang menurut sifat dan tujuannya tidak mungkin dilakukan melalui mekanisme pembayaran langsung.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>11. T<strong>ambahan Uang Persediaan <\/strong>yang selanjutnya disingkat <strong>TUP <\/strong>adalah\u00b7 uang muka yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk kebutuhan yang sangat mendesak dalam 1 (satu) bulan melebihi pagu UP yang telah ditetapkan.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>12. <strong>Surat Permintaan Pembayaran<\/strong> yang selanjutnya disingkat <strong>SPP <\/strong>adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pembayaran tagihan kepada negara.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>13. <strong>Surat Perintah Membayar Langsung<\/strong> yang selanjutnya disebut <strong>SPM-LS<\/strong> adalah dokumen yang diterbitkan oleh PP-SPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA dalam rangka pembayaran tagihan kepada penenma hak\/ Bendahara Pengeluaran<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>14. <strong>Bank\/Pos Penyalur<\/strong> adalah bank\/pos mitra kerja sebagai tempat dibukartya rekening atas nama satuan kerja untuk menampung dana Bantuan Pemerintah yang akan disalurkan kepada penerima Bantuan Pemerintah.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>15. <strong>Kas Negara <\/strong>adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku BUN untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 168\/PMK.05\/2015<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 173\/PMK.05\/2016<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 132\/PMK.05\/2021<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 2<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Ketentuan dalam Peraturan Menteri ini mengatur mengenai pengalokasian , pencairan, penyaluran dan pertanggungjawaban Anggaran Bantuan Pemerintah yang tidak termasuk dalam kriteria Bantuan Sosial pada Kementerian Negara\/Lembaga yang bersumber dari APBN.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 3<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Anggaran Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 meliputi: <br>a. Pemberian penghargaan; <br>b. Beasiswa; <br>c. Tunjangan profesi guru dan tunjangan lainnya; <br>d. Bantuan operasional; <br>e. Bantuan sarana\/ prasarana; <br>f. Bantuan rehabilitasi\/pembangunan gedung\/bangunan; dan <br>g. Bantuan lainnya yang memiliki karakteristik Bantuan Pemerintah yang ditetapkan oleh PA.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 168\/PMK.05\/2015<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 173\/PMK.05\/2016<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 132\/PMK.05\/2021<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 4<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Pengalokasian anggaran Bantuan Pemerintah dilaksanakan sesuai peruntukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Bantuan Pemerintah dalam bentuk pemberian penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a, beasiswa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b, dan bantuan operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf d dialokasikan pada Kelompok Akun Belanja Barang Non Operasional .<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(3) Bantuan Pemerintah dalam bentuk tunjangan profesi guru dan tunjangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c dialokasikan pada Kelompok Akun Belanja Gaji dan Tunjangan Pegawai Non PNS.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(4) Bantuan Pemerintah dalam bentuk bantuan sarana\/ prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf e dan bantuan rehabilitasi\/pembangunan gedung\/bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf f dialokasikan pada Kelompok Akun Belanja Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat\/ Pemda.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(5) Bantuan Pemerintah dalam bentuk bantuan lainnya yang memiliki karakteristik Bantuan Pemerintah yang ditetapkan oleh PA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf g dialokasikan pada Kelompok Akun Belanja Barang Lainnya Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat\/Pemda.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 5<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Tata cara pengalokasian anggaran Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dilaksanakan berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai penyusunan dan penelaahan Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara\/Lembaga.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Anggaran Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam DIPA Kementerian Negara\/Lembaga.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 168\/PMK.05\/2015<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 173\/PMK.05\/2016<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 132\/PMK.05\/2021<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 6<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) PA menyusun Pedoman Umum dalam rangka penyaluran Bantuan Pemerintah.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), <mark style=\"background-color:#fcb900\" class=\"has-inline-color has-black-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">KPA menyusun<\/mark> Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary>(1) PA menyusun pedoman umum <mark style=\"background-color:#fcb900\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">dan petunjuk teknis<\/mark><br>dalam rangka penyaluran Bantuan Pemerintah.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details\"><summary>(2) PA menunjuk <mark style=\"background-color:#fcb900\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">Pejabat Eselon I <\/mark>yang bertanggung jawab terhadap program Bantuan Pemerintah dalam rangka menyusun petunjuk teknis penyaluran Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada<br>ayat (1)<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 7<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary>Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2), paling sedikit memuat: <br>a. Dasar hukum pemberian Bantuan Pemerintah; <br>b. Tujuan penggunaan Bantuan Pemerintah; <br>c. Pemberi Bantuan Pemerintah; <br>d. Persyaratan penerima Bantuan Pemerintah; <br>e. Bentuk Bantuan Pemerintah; <br>f. <mark style=\"background-color:#fcb900\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">Alokasi anggaran<\/mark> dan rincian jumlah Bantuan Pemerintah; <br>g. Tata kelola pencairan dana Bantuan Pemerintah; <br>h. Penyaluran dana Bantuan Pemerintah; <br>i. Pertanggungjawaban Bantuan Pemerintah; <br>J. Ketentuan perpajakan; dan <br>k. Sanksi.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Petunjuk teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6<br>ayat (2), memuat:<br>1. dasar hukum pemberian Bantuan Pemerintah;<br>2. tujuan penggunaan Bantuan Pemerintah;<br>3. pemberi Bantuan Pemerintah;<br>4. persyaratan penerima Bantuan Pemerintah;<br>5. bentuk Bantuan Pemerintah;<br>6. rincian jumlah Bantuan Pemerintah;<br>7. tata kelola pencairan dana Bantuan Pemerintah;<br>8. penyaluran dana Bantuan Pemerintah;<br>9. pertanggungjawaban Bantuan Pemerintah;<br>10. ketentuan perpajakan; dan<br>11. sanksi<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 168\/PMK.05\/2015<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 173\/PMK.05\/2016<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 132\/PMK.05\/2021<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 8<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) PPK melakukan seleksi penerima Bantuan Pemerintah berdasarkan kriteria\/persyaratan yang telah ditetapkan di dalam Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2).<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan hasil seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPK menetapkan Surat Keputusan penerima Bantuan Pemerintah yang disahkan oleh KPA<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(3) Surat Keputusan penerima Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan dasar pemberian Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(4) Surat Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), paling sedikit memuat: a. Identitas penerima bantuan; b. Jumlah barang dan\/ atau nilai uang; c. Nomor rekening penerima bantuan untuk Bantuan Pemerintah dalam bentuk uang<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) PPK melakukan seleksi penerima Bantuan Pemerintah berdasarkan kriteria\/persyaratan yang telah ditetapkan di dalam petunjuk teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2)<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Seleksi penerima Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan sebelum tahun anggaran berjalan<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(3) Berdasarkan hasil seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPK menetapkan Surat Keputusan penerima Bantuan Pemerintah yang disahkan oleh<br>KPA<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(4) Surat Keputusan penerima Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan dasar pemberian Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(5) Penetapan Surat Keputusan oleh PPK dan pengesahan Surat Keputusan oleh KPA sebagaimana<br>dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan setelah DIPA berlaku efektif<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(6) Surat Keputusan sebagaimana dimaksud pada<br>ayat (3) dibuat dengan ketentuan sebagai berikut:<br>a. untuk Bantuan Pemerintah dalam bentuk barang\/jasa paling sedikit memuat:<br>Identitas penerima bantuan;<br>Jumlah barang\/jasa; dan<br>Nilai nominal barang\/jasa<br>b. untuk Bantuan Pemerintah dalam bentuk uang paling sedikit memuat:<br>Identitas penerima bantuan;<br>Nominal Uang; dan<br>Nomor rekening penerima bantuan untuk Bantuan Pemerintah dalam bentuk uang yang disalurkan melalui mekanisme transfer<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 9<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Bantuan Pemerintah berupa pemberian penghargaan kepada penerima penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a, diberikan dalam bentuk: a. uang; b. barang; dan\/ atau c. Jasa.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Pemberian penghargaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan yang ditetapkan oleh PPK dan disahkan oleh KPA.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>( 3) Pemberian penghargaan dalam bentuk uang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, dapat diberikan melalui mekanisme: a. Pembayaran Langsung (LS) ke rekening penerima penghargaan atau ke rekening Bendahara Pengeluaran; atau b. UP.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 168\/PMK.05\/2015<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 173\/PMK.05\/2016<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 132\/PMK.05\/2021<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 10<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Dalam rangka pengadaan barang dan\/atau jasa untuk pemberian penghargaan yang disalurkan dalam bentuk barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf b dan\/ atau jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c kepada penerima Bantuan Pemerintah, PPK menandatangani kontrak pengadaan barang dan\/ atau jasa dengan penyedia barang dan\/ atau jasa.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Pengadaan barang dan\/ atau jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman pada Peraturan Perundang\u00ad<br>undangan yang mengatur mengenai Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(3) Pengadaan barang dan\/ atau jasa yang akan disalurkan kepada penerima Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) dapat termasuk pelaksanaan penyaluran barang dan\/ atau jasa sampai dengan diterima oleh penerima Bantuan Pemerintah.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(4) Pencairan dana pemberian penghargaan dalam rangka pengadaan barang dan\/ atau jasa yang akan disalurkan kepada penerima Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan secara langsung dari rekening Kas Negara ke rekening penyedia barang dan\/ atau jasa melalui mekanisme LS.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(5) Pelaksanaan penyaluran pemberian penghargaan dalam bentuk barang dan\/ atau jasa kepada penerima Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh: <br>a. PPK; atau <br>b. Penyedia barang dan\/ atau jasa sesuai kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1).<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary>(1) Pemberian Penghargaan <mark style=\"background-color:#fcb900\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">dalam bentuk barang<\/mark><br>sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf<br>b dan\/ atau jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal<br>9 ayat (1) huruf c dilaksanakan melalui mekanisme<br>pengadaan barang dan jasa dengan cara:<br>a. <mark style=\"background-color:#fcb900\" class=\"has-inline-color\">Kontraktual<\/mark>; atau<br>b. <mark style=\"background-color:#fcb900\" class=\"has-inline-color\">Swakelola<\/mark>.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Pengadaan barang dan\/atau Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai<br>Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(3) Pengadaan barang dan\/atau Jasa yang akan disalurkan kepada penerima Bantuan Pemerintah<br>sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat termasuk pelaksanaan penyaluran barang dan\/atau<br>jasa sampai dengan diterima oleh penerima Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details\"><summary>(4) Pencairan dana dalam rangka pengadaan barang dan\/atau Jasa yang akan disalurkan kepada penerima Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan melalui mekanisme:<br>a. LS ke rekening penyedia barang\/jasa; atau<br>b. <mark style=\"background-color:#fcb900\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">UP<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(5) Pelaksanaan penyaluran pemberian penghargaan dalam bentuk barang dan\/atau Jasa kepada penerima Bantuan Pemerintah sebagaimana<br>dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh:<br>a. PPK; atau<br>b. Penyedia barang dan\/atau Jasa perjanjian\/kontrak.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 11<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Bantuan Pemerintah berupa beasiswa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b diberikan kepada penerima beasiswa yang bukan Pegawai Negeri Sipil untuk pendidikan di dalam negeri atau di luar negeri.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Pemberian beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan yang ditetapkan oleh PPK dan disahkan oleh KPA.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(3) Beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: <br>a. uang pendidikan\/kuliah; <br>b. biaya hidup; <br>c. biaya buku \/ diktat; <br>d. biaya penelitian; dan\/ atau <br>e. biaya lain yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pendidikan\/ kuliah.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 168\/PMK.05\/2015<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 173\/PMK.05\/2016<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 132\/PMK.05\/2021<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 12<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Pembayaran uang pendidikan\/kuliah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3) huruf a dan biaya lain yang di butuhkan untuk pelaksanaan pendidikan \/ kuliah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3) huruf e diberikan dalam bentuk uang yang disalurkan secara langsung dari rekening Kas Negara ke rekening penyelenggara pendidikan\/ perkuliahan.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Pembayaran biaya hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3) huruf b, biaya buku\/ diktat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3) huruf c, dan biaya penelitian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3) huruf d diberikan dalam bentuk uang yang disalurkan secara langsung dari rekening Kas Negara ke rekening penerima beasiswa melalui mekanisme LS.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(3) Dalam hal pembayaran secara langsung kepada penyelenggara pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat dilakukan, pembayaran uang pendidikan\/ kuliah dan biaya lainnya dapat dibayarkan ke rekening penerima beasiswa.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(4) Dalam hal tidak dapat dilakukan mekanisme LS, pembayaran beasiswa dapat menggunakan mekanisme UP.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 13<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Bantuan Pemerintah berupa tunjangan profesi guru dan tunjangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c diberikan kepada guru atau penerima tunjangan lainnya yang bukan Pegawai Negeri Sipil.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Pemberian tunjartgan profesi guru dan tunjangan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan yang ditetapkan oleh PPK dan disahkan oleh KPA<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 168\/PMK.05\/2015<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 173\/PMK.05\/2016<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 132\/PMK.05\/2021<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 14<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Pembayaran tunjangan profesi guru dan tunjangan lainnya kepada penerima Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat ( 1) dilaksanakan secara periodik.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Pembayaran secara periodik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kementerian Negara\/Lembaga.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(3) Pembayaran tunjangan profesi guru dan tunjangan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disalurkan secara langsung dari rekening Kas Negara ke rekening penerima tunjangan profesi guru dan tunjangan lainnya melalui mekanisme LS.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 15<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Bantuan Pemerintah berupa bantuan operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf d, diberikan kepada Kelompok Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga Pendidikan, Lembaga Keagamaan, dan Lembaga Kesehatan<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Lembaga Pendidikan, Lembaga Keagamaan, dan Lembaga Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat merupakan lembaga Pemerintah atau lembaga Nonpemerintah.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(3) Pemberian bantuan operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan yang ditetapkan oleh PPK dan disahkan oleh KPA.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 168\/PMK.05\/2015<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 173\/PMK.05\/2016<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 132\/PMK.05\/2021<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 16<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Pencairan bantuan operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) dilaksanakan berdasarkan perjanjian kerjasama antara PPK dengan penerima bantuan operasional yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (3).<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Perjanjian kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat: <br>a. hak dan kewajiban kedua belah pihak; <br>b. jumlah bantuan operasional yang diberikan; <br>c. tata cara dan syarat penyaluran; d. pernyataan kesanggupan penerima Bantuan Pemerintah untuk menggunakan bantuan operasional sesuai rencana yang telah disepakati; <br>e. pernyataan kesanggupan penerima Bantuan Pemerintah untuk menyetorkan sisa dana yang tidak digunakan ke Kas Negara; <br>f. sanksi; <br>g. penyampaian laporan penggunaan dana secara berkala kepada PPK; dan <br>h. penyampaian laporan pertanggungjawaban kepada PPK setelah pekerjaan selesai atau akhir tahun anggaran.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Tetap.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Perjanjian kerja sama sebagaimana dimaksud pada<br>ayat (1) memuat:<br>a. hak dan kewajiban kedua belah pihak;<br>b. jumlah bantuan operasional yang diberikan;<br>c. tata cara dan syarat penyaluran;<br>d. pernyataan kesanggupan penerima Bantuan Pemerintah untuk menggunakan bantuan<br>operasional sesuai rencana yang telah disepakati;<br>e. pernyataan kesanggupan penerima Bantuan Pemerintah untuk menyetorkan sisa dana yang tidak digunakan ke Kas Negara;<br>f. sanksi; dan<br>g. penyampaian laporan pertanggungjawaban<br>bantuan kepada PPK setelah pekerjaan selesai atau akhir tahun anggaran<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 17<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Pencairan dana bantuan operasional diberikan dalam bentuk uang kepada penerima bantuan operasional melalui mekanisme: <br>a. LS ke rekening penerima bantuan operasional; atau <br>b. UP.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 168\/PMK.05\/2015<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 173\/PMK.05\/2016<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details\"><summary><mark style=\"background-color:#8ed1fc\" class=\"has-inline-color is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\">PMK 132\/PMK.05\/2021<\/mark><\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 18<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Pencairan dana bantuan operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf a, dapat dilakukan secara sekaligus atau bertahap.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Penentuan pencairan dana bantuan operasional secara sekaligus atau bertahap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh KPA dengan mempertimbangkan jumlah dana dan waktu pelaksanaan kegiatan.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(3) Pencairan dana bantuan operasional secara bertahap dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: <br>a. Tahap I sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari keseluruhan dana bantuan operasional setelah perjanjian kerja sama ditandatangani oleh penerima bantuan dan PPK;<br>b. Tahap II sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari keseluruhan dana bantuan operasional, apabila dana pada Tahap I telah dipergunakan sekurang-kurangnya sebesar 80%; c. Tahap III sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari keseluruhan dana bantuan operasional, apabila jumlah dana pada Tahap I dan Tahap II telah dipergunakan sekurang-kurangnya sebesar 80%; <br>d. Tahap IV sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari keseluruhari dana bantuan operasional, apabila jumlah dana pada Tahap I sampai dengan Tahap III telah dipergunakan sekurang-kurangnya sebesar 80%.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Pencairan dana bantuan operasional sebagaimana<br>dimaksud dalam Pasal 17 huruf a, dapat dilakukan secara sekaligus atau bertahap.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Pencairan dana bantuan operasional secara bertahap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan paling banyak sampai dengan<br>4 (empat) tahap.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(3) Penentuan pencairan dana bantuan operasional secara sekaligus atau bertahap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh KPA dengan<br>mempertimbangkan jumlah dana dan waktu pelaksanaan kegiatan.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(4) Besaran pencairan dana bantuan operasional pada<br>setiap tahap sebagaimana dimaksud pada ayat (2)<br>ditetapkan oleh KPA.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(5) Pencairan dana bantuan operasional pada tahap<br>selanjutnya dilakukan setelah seluruh jumlah dana<br>bantuan operasional yang diterima pada tahap sebelumnya telah dipergunakan paling kurang<br>sebesar 80% (delapan puluh persen). <\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><p class=\"has-text-align-center\"><mark style=\"background-color:#9b51e0\" class=\"has-inline-color\">Pasal 19<\/mark><\/p><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Penerima bantuan operasional mengajukan permohonan pencairan dana bantuan operasional kepada PPK dengan mekanisme sebagai berikut: <br>a. Pembayaran sekaligus atau Tahap I dilampiri: <br>1. Rencana pengeluaran dana bantuan operasional yang akan dicairkan secara sekaligus atau bertahap; <br>2. Perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani oleh penerima bantuan; <br>3. Kuitansi bukti penerimaan uang yang telah ditandatangani oleh penerima bantuan; <br>4. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). <br>b. Pembayaran Tahap II sampai dengan Tahap IV dilampiri: <br>1. Kuitansi bukti penerimaan uang yang telah ditandatangani oleh penerima bantuan; <br>2. Laporan pertanggungjawaban penggunaan dana tahap sebelumnya; <br>3. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB) atas kebenaran belanja yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya.<\/summary><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) Berdasarkan Pedoman Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA menyusun Petunjuk Teknis penyaluran Bantuan Pemerintah<\/summary><p><\/p><\/details><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) SPTJM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a angka 4 dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(3) SPTB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b angka 3 dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(1) Penerima bantuan operasional mengajukan<br>permohonan pencairan dana bantuan operasional kepada PPK dengan mekanisme sebagai berikut:<br>a. pembayaran sekaligus atau tahap I dilampiri:<br>1. rencana pengeluaran dana bantuan operasional yang akan dicairkan secara sekaligus atau bertahap;<br>2. perjanjian kerja sama yang telah<br>ditandatangani oleh penerima bantuan; dan<br>3. kuitansi bukti penerimaan uang yang telah ditandatangani oleh penerima bantuan.<br>b. pembayaran tahap selanjutnya dilampiri:<br>1. kuitansi bukti penerimaan uang yang telah ditandatangani oleh penerima bantuan; dan<br>2. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB).<\/summary><p><\/p><\/details>\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>(2) SPTB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b angka 2 dibuat sesuai format sebagaimana<br>tercantum dalam Lampiran huruf A yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.<\/summary><p><\/p><\/details><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Tetap<\/summary><p><\/p><\/details><\/div><\/div><div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\"><\/div><\/div><p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mekanisne pelaksanaan anggaran bantuan pemerintah pada K\/L diatur oleh Permenkeu (PMK) Nomor 168\/PMK.05\/2015, yang telah diubah dua kali dengan PMK Nomor 173\/PMK.05\/2016 Tahun 2016 (perubahan pertama) dan Nomor 132\/PMK.05\/2021 Tahun 2021 (perubahan kedua). Menimbang pada PMK 168\/PMK.05\/2015: 1. Untuk melaksanakan penyaluran anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara\/Lembaga yang tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":120,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[34,29,36,35,31,30,33,37],"class_list":["post-101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banops","tag-banpem","tag-banrehab","tag-bansarpras","tag-beasiswa","tag-penghargaan","tag-tpg","tag-tunjangan-lain"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara\/Lembaga Part 1 - Aloys Prast Notes<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara\/Lembaga Part 1 - Aloys Prast Notes\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mekanisne pelaksanaan anggaran bantuan pemerintah pada K\/L diatur oleh Permenkeu (PMK) Nomor 168\/PMK.05\/2015, yang telah diubah dua kali dengan PMK Nomor 173\/PMK.05\/2016 Tahun 2016 (perubahan pertama) dan Nomor 132\/PMK.05\/2021 Tahun 2021 (perubahan kedua). Menimbang pada PMK 168\/PMK.05\/2015: 1. Untuk melaksanakan penyaluran anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara\/Lembaga yang tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Aloys Prast Notes\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-23T09:37:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-18T02:27:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/apsn.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fakta-sidang-mk-bantuan-pangan-ri-kalah-dari-singapura-malaysia-1_169.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"506\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"aloys prast\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"aloys prast\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"17 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101\",\"url\":\"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101\",\"name\":\"Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara\/Lembaga Part 1 - Aloys Prast Notes\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/apsn.web.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/apsn.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fakta-sidang-mk-bantuan-pangan-ri-kalah-dari-singapura-malaysia-1_169.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-07-23T09:37:05+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-18T02:27:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/apsn.web.id\/#\/schema\/person\/3b410bb2a007055c17b4ddafce696d9f\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/apsn.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fakta-sidang-mk-bantuan-pangan-ri-kalah-dari-singapura-malaysia-1_169.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/apsn.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fakta-sidang-mk-bantuan-pangan-ri-kalah-dari-singapura-malaysia-1_169.jpeg\",\"width\":900,\"height\":506},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/apsn.web.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara\/Lembaga Part 1\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/apsn.web.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/apsn.web.id\/\",\"name\":\"Aloys Prast Notes\",\"description\":\"Let&#039;s accelerate... Sesuatu menunggu di depan.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/apsn.web.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/apsn.web.id\/#\/schema\/person\/3b410bb2a007055c17b4ddafce696d9f\",\"name\":\"aloys prast\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/apsn.web.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fdf91c74a13ebdf091eda1a97c881f3251ce22daee1b99d543844aa3dfd1f1b7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fdf91c74a13ebdf091eda1a97c881f3251ce22daee1b99d543844aa3dfd1f1b7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"aloys prast\"},\"url\":\"https:\/\/apsn.web.id\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara\/Lembaga Part 1 - Aloys Prast Notes","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara\/Lembaga Part 1 - Aloys Prast Notes","og_description":"Mekanisne pelaksanaan anggaran bantuan pemerintah pada K\/L diatur oleh Permenkeu (PMK) Nomor 168\/PMK.05\/2015, yang telah diubah dua kali dengan PMK Nomor 173\/PMK.05\/2016 Tahun 2016 (perubahan pertama) dan Nomor 132\/PMK.05\/2021 Tahun 2021 (perubahan kedua). Menimbang pada PMK 168\/PMK.05\/2015: 1. Untuk melaksanakan penyaluran anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara\/Lembaga yang tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung [&hellip;]","og_url":"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101","og_site_name":"Aloys Prast Notes","article_published_time":"2025-07-23T09:37:05+00:00","article_modified_time":"2026-02-18T02:27:02+00:00","og_image":[{"width":900,"height":506,"url":"https:\/\/apsn.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fakta-sidang-mk-bantuan-pangan-ri-kalah-dari-singapura-malaysia-1_169.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"aloys prast","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"aloys prast","Est. reading time":"17 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101","url":"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101","name":"Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara\/Lembaga Part 1 - Aloys Prast Notes","isPartOf":{"@id":"https:\/\/apsn.web.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/apsn.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fakta-sidang-mk-bantuan-pangan-ri-kalah-dari-singapura-malaysia-1_169.jpeg","datePublished":"2025-07-23T09:37:05+00:00","dateModified":"2026-02-18T02:27:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/apsn.web.id\/#\/schema\/person\/3b410bb2a007055c17b4ddafce696d9f"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/apsn.web.id\/?p=101"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101#primaryimage","url":"https:\/\/apsn.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fakta-sidang-mk-bantuan-pangan-ri-kalah-dari-singapura-malaysia-1_169.jpeg","contentUrl":"https:\/\/apsn.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fakta-sidang-mk-bantuan-pangan-ri-kalah-dari-singapura-malaysia-1_169.jpeg","width":900,"height":506},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/apsn.web.id\/?p=101#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/apsn.web.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara\/Lembaga Part 1"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/apsn.web.id\/#website","url":"https:\/\/apsn.web.id\/","name":"Aloys Prast Notes","description":"Let&#039;s accelerate... Sesuatu menunggu di depan.","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/apsn.web.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/apsn.web.id\/#\/schema\/person\/3b410bb2a007055c17b4ddafce696d9f","name":"aloys prast","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/apsn.web.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fdf91c74a13ebdf091eda1a97c881f3251ce22daee1b99d543844aa3dfd1f1b7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fdf91c74a13ebdf091eda1a97c881f3251ce22daee1b99d543844aa3dfd1f1b7?s=96&d=mm&r=g","caption":"aloys prast"},"url":"https:\/\/apsn.web.id\/?author=2"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apsn.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apsn.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apsn.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apsn.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apsn.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=101"}],"version-history":[{"count":21,"href":"https:\/\/apsn.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131,"href":"https:\/\/apsn.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/101\/revisions\/131"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apsn.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apsn.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apsn.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apsn.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}